Lafadz Ayat Kursi dan Sejumlah Keutamaan di Dalamnya

Lafadz Ayat Kursi

Bagi seorang Muslim, sudah pasti tidak asing dengan bacaan Ayat Kursi. Sebab, ayat ini banyak disebutkan bahwa membacanya adalah ketika terdapat sebuah gangguan. Mulai dari gangguan syaithan, orang kesurupan, hingga yng berhubungan dengan mistis.

Terdapat sangat banyak faedah yang terdapat dalam ayat ini. Apabila melihat dari sisi terjemahnya, ayat ini berasal dari bahasa Arab, yakni ayatul kursi dan dikenal dengan ayat singgasana.

Bahkan, bagi seorang Muslim tentunya tidak asing dengan letak ayat ini dalam Al-Qur’an. Ayat ini terletak pada Q.S Al-Baqarah ayat 255. Kemudian ayat ini juga menjadi salah satu bagian dzikir al matsurat pada pagi dan petang. Lalu terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab, ayat ini merupakan ayat yang paling mulia. Sebab didalamnya berisikan keesaan Allah dan Kekuasaan-Nya yang mutlak.

Lafadz Ayat Kursi

Berikut adalah lafadz ayat tersebut yang tercantum dalam Al-Qur’an Q.S Al-Baqarah ayat 255 :

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Berikut bacaannya dalam bahasa latin.

“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Terjemahannya :

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha tinggi lagi maha besar.”

Keutamaan Ayat Kursi

Dari ayat di atas, sangat banyak sebenarnya faedah atau keutamaan. Namun tidak sedikit yang mengetahui lebih jelas keutamaanya. Kemudian berikut  dari beberapa keutamaan ayat tersebut :

Pertama,

Ayat ini disebut sebagai masuk surga. Hal tersebut berpacu pada hadits Nabi SAW. Sebab, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang membaca ayat kursi setelah selesai shalat, maka tidak akan ada yang menghalanginya masuk ke surga kecuali kematian.” (HR An-Nasai dinilai shahih oleh Syaikh Al-Abani).

Kedua,

Ayat ini menjadi salah satu bacaan dzikir sebelum tidur. Sebab, ayat tersebut bisa menjadi amalanmu sebelum tidur, kemudian ayat ini menjadi salah satunya. Lalu hal tersebut mengacu pada hadits Rasulullah SAW :

“Jika engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), maka bacalah ayat kursi. Niscaya Allah akan selalu menjagamu dan setan pun tidak akan mengganggu tidurmu hingga pagi tiba.” (HR Al-Bukhari).

Ketiga,

Ayat Kursi ini memiliki sebuah keagungan, bahkan bisa langit dan bumi. Hal tersebut mengacu pada sabda Rasulullah SAW :

“Tidakkah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya ayat kursi, (sebab didalamnya ayat kursi tersebut telah mencakup Nama dan Sifat Allah).”

Kemudian Sufyan Ats-Sauri sempat mengatakan apabila ayat tersebut merupakan salah satu kalamullah atau ucapan dari Allah. Dan kalamullah lebih agung dari ciptaan Allah lainnya.

Keempat,

Bagi siapa saja yang membaca ayat tersebut kemudian berdo’a, do’anya langsung dikabulkan oleh Allah. Sebab, di dalam ayat itu tersebut asma Allah yang paling agung, yaitu al hayyu al qayyum. Hal tersebut mengacu dari HR. Ibnu Majah.

“Asma Allah yang paling Agung yang apabila dibaca dalam doa pasti dikabulkan. Ada dalam tiga tempat yaitu surat Al-Baqarah, surat Al-Imron, dan surat Thaha.”